Kreatif !! Warga Wonogiri Bangun Rumah Mirip Bus AKAP, Viral di Medsos

WONOGIRI, JATENG || wartajawatengah.com — Sebuah rumah dengan desain tak biasa viral di media sosial setelah mengusung konsep menyerupai bus tingkat atau double decker. Hunian unik tersebut berada di Dusun Tandan RT 02/RW 07, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.


Rumah ini dibangun dengan detail menyerupai bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), mulai dari bentuk eksterior hingga rencana interior yang dibuat semirip mungkin dengan kendaraan darat tersebut. Bahkan, bangunan itu dilengkapi kode khusus dan pelat nomor layaknya bus sungguhan.


Pemilik rumah, Supardi (43), mengatakan ide tersebut muncul dari keinginannya untuk memiliki hunian yang berbeda dari kebanyakan orang. Bersama istrinya, Wisna Mulyani, serta dua anaknya, ia mulai merealisasikan konsep tersebut secara bertahap sejak awal Februari 2026, menjelang bulan Ramadhan.


“Awalnya memang ingin punya rumah yang unik dan tidak biasa. Kebetulan saya juga punya latar belakang di bidang konstruksi, jadi sekalian saya wujudkan sendiri desainnya,” ujar Supardi.


Supardi yang sehari-hari bekerja sebagai kontraktor proyek itu mengaku cukup familiar dengan dunia transportasi bus, terutama saat merantau di Jakarta.


Ia kerap menggunakan layanan bus AKAP, khususnya PO Agramas, untuk perjalanan Wonogiri–Jakarta, yang kemudian menginspirasi konsep rumahnya.

Menariknya, Supardi tidak hanya membangun satu bangunan. Ia mendirikan dua rumah dengan konsep serupa. 


Bangunan utama berbentuk bus tingkat berukuran 3 x 13 meter dengan tinggi sekitar 5 meter, diberi kode BG 02 yang merujuk pada RT setempat. Sementara bangunan kedua menyerupai bus sedang berukuran 2,5 x 8 meter dengan kode BG 07, sesuai nomor RW.


Kode “BG” sendiri merupakan singkatan dari Bagong, nama panggilan akrab Supardi. Selain itu, rumah tersebut juga dilengkapi nomor “B 490 NG” yang dibuat menyerupai pelat kendaraan.


Hingga saat ini, pembangunan rumah tersebut telah mencapai sekitar 60 persen dengan total biaya yang telah dikeluarkan mencapai Rp125 juta. Seluruh proses desain hingga perencanaan dilakukan secara mandiri oleh Supardi.


Ia mengaku, tidak menemui kendala berarti selama proses pembangunan, kecuali pada bagian pintu yang dirancang menyerupai pintu otomatis pada bus.


“Yang agak sulit itu di bagian pintu, karena ingin dibuat seperti pintu bus otomatis. Tapi secara umum tidak ada kendala berarti,” tambahnya.


Tak hanya unik dari luar, bagian interior rumah juga dirancang menyerupai kabin bus, lengkap dengan setir, kursi pengemudi, serta plafon khas kendaraan. Meski demikian, tata ruang tetap disesuaikan dengan fungsi utama sebagai tempat tinggal keluarga.


Sebagai Ketua RT, Supardi juga menyiapkan ruang khusus di dalam rumahnya sebagai tempat berkumpul warga.

Keberadaan rumah berbentuk bus ini kini menarik perhatian publik. Warga sekitar yang awalnya sempat meragukan konsep tersebut, kini justru memberikan dukungan dan apresiasi atas kreativitas Supardi.


Rumah ini pun mulai dilirik sebagai potensi destinasi wisata lokal dan spot foto menarik bagi masyarakat maupun konten kreator. Supardi berharap, karyanya dapat menjadi ikon baru bagi Kecamatan Jatipurno hingga Kabupaten Wonogiri.

 



(Red/Giyarto)