Akhir Pelarian Kyai Cabul Pati !!! Dibekuk Polisi di Wonogiri Usai Diduga Lecehkan Puluhan Santriwati

WONOGIRI, JATENG || wartajawatengah.com – Pelarian Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Tlogowungu, Kabupaten Pati, akhirnya berakhir. Oknum kyai yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwati itu, berhasil ditangkap aparat kepolisian di kawasan Petilasan Eyang Gunungsari, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.


Penangkapan dilakukan setelah tersangka beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik dan diduga sengaja melarikan diri untuk menghindari proses hukum. Aparat akhirnya berhasil melacak keberadaan Ashari dan langsung mengamankannya tanpa perlawanan.


Kabar penangkapan tersebut dikonfirmasi Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Haadiyan Widya Wiratama, kepada awak media melalui pesan WhatsApp. Dalam video yang beredar di media sosial, tersangka tampak mengenakan jaket hitam dipadukan kemeja batik saat digiring petugas.


Kasus ini memicu kemarahan publik lantaran jumlah korban diduga mencapai puluhan santriwati. Berdasarkan keterangan kuasa hukum korban dan informasi warga sekitar, dugaan tindakan bejat itu disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun di lingkungan pesantren yang seharusnya menjadi tempat pendidikan moral dan agama.


Ironisnya, mayoritas korban disebut berasal dari keluarga kurang mampu serta anak yatim yang dititipkan di pesantren demi memperoleh pendidikan agama secara gratis. Kondisi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksi asusilanya dengan leluasa tanpa terungkap dalam waktu lama.


Tak hanya itu, muncul pula dugaan adanya santriwati yang hamil di luar nikah akibat perbuatan oknum pengasuh tersebut. Dugaan ini semakin memperparah citra dunia pendidikan berbasis keagamaan yang selama ini dipercaya masyarakat sebagai tempat membentuk akhlak dan moral generasi muda.


Publik kini mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas dan transparan dalam mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Masyarakat juga meminta seluruh pihak yang diduga ikut menutupi atau membiarkan praktik menyimpang itu turut diperiksa.


Kasus ini kembali menjadi tamparan keras bagi dunia pesantren di Indonesia. Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan agama dapat runtuh apabila pengawasan internal lemah dan perilaku predator seksual justru dilakukan oleh sosok yang selama ini dihormati sebagai tokoh agama.


Polisi menyebut selama proses penyelidikan Ashari bersikap tidak kooperatif. Tersangka bahkan memutus komunikasi dengan keluarga maupun kuasa hukumnya sebelum akhirnya berhasil ditangkap di wilayah Wonogiri. Saat ini, penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya korban lain serta pihak-pihak yang diduga mengetahui perbuatan tersebut namun memilih diam.





(Red/Giyarto)