WONOGIRI, JATENG || wartajawatengah.com — Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, dipilih Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai proyek percontohan Project Based Learning (PBL) untuk pengentasan kemiskinan.
Program yang dijalankan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah tersebut menggabungkan penguatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, hingga pengembangan potensi desa.
Desa Kepyar yang dihuni sekitar 4.400 jiwa memiliki potensi ekonomi cukup besar. Terdapat sekitar 596 hektare lahan pertanian, delapan kelompok tani, 12 UMKM, serta 15 pedagang mikro yang dapat dikembangkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Selain pertanian, desa tersebut memiliki sejumlah potensi wisata, seperti agrowisata semangka dan melon, river tubing, Air Terjun Sanginan, serta Watu Lumbung.
Melalui program PBL, potensi tersebut didorong agar mampu menciptakan sumber pendapatan baru. Petani diharapkan memiliki pasar lebih luas, UMKM berkembang, sementara sektor wisata dapat menggerakkan perekonomian lokal.
Pendampingan juga menyasar persoalan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, rumah tidak layak huni, sanitasi, hingga literasi dan inklusi keuangan.
Model tersebut menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, BUMD, perangkat daerah, dan berbagai pihak terkait.
“Harapannya, desa-desa itu bisa naik kelas, tidak miskin lagi, dan mampu bersaing dengan desa lain,” demikian keterangan laman resmi Pemprov Jateng, Sabtu (22/8/2026).
Pendidikan menjadi salah satu fokus utama karena peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai penting untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
“Pengentasan kemiskinan itu basisnya adalah layanan dasar, yaitu pendidikan. Saya berharap terobosan kreatif ini bisa mereduksi jumlah desa termiskin di tempat kita,” demikian keterangan tersebut.
Jika program di Desa Kepyar mampu menunjukkan hasil yang konsisten, pola pendampingan ini berpeluang diterapkan di desa-desa lain di Jawa Tengah.
Bagi Wonogiri, program tersebut menjadi momentum untuk mengembangkan potensi desa melalui kekuatan yang sudah dimiliki, mulai dari pertanian, UMKM, sumber daya manusia hingga sektor wisata.
(Red/giyarto)

Social Plugin