Ticker

6/recent/ticker-posts
Slide 1 Slide 2

Warga Manyaran Wonogiri Digegerkan Penemuan Bayi Diwarung Kopi



Wonogiri(Wartajawatengah.com)-Penemuan

Bayi di Warung kopi Wilayah Desa Karanglor, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Saptu, (13/4/2024).



Informasi terkait penemuan bayi dilangsir dari akun @repostwonogiri , dalam media sosial Instagram pada hari Rabu, 10 April 2024.

Kepala Desa Karanglor Sumardi , benarkan informasi yang beredar tersebut,Ia bercerita bahwa pihaknya baru mendapatkan laporan dari warga.


“Kami menerima kabar sekitar pukul 14.30 WIB dari salah seorang kerabatnya Pak Larno, tukang terapi, yang menemukan bayi itu,” Tutur Sumardi.


kronologi penemuan bayi tersebut,menurut cerita yang dipaparkan oleh Sumardi, di rumah salah seorang warga Desa Karanglor sekaligus tukang terapi Larno, yang berbatasan dengan Desa Sendang.


Penemuan bayi ini bermula ketika salah seorang kerabatnya hendak membuat kopi. Namun saat berada di tempat pembuatan kopi, ia menemukan sebuah kardus tergeletak di atas meja,saat kardus dibuka terlihat bahwa isinya adalah bayi.


“Di tempat Pak Larno terapi itu kan ada warungnya juga yang berjualan kopi, teh dan sebagainya. Biasanya ramai orang. Saat kejadian terapinya tutup, jadi warungnya juga sepi. Kerabatnya Pak Larno itu perempuan, jadi saat menemukan bayi dia berteriak, membuat kaget, orang-orang,” Kata Sumardi.


Sumardi juga menjelaskan bahwa bayi yang ditemukan itu berjenis kelamin laki-laki. Setelah ditemukan, bayi tesebut langsung mendapat perawatan dari seorang Bidan Desa Karanglor. Diperkirakan usia bayi saat ditemukan itu baru berusia tiga jam dari kelahirannya.


“Tali pusarnya itu diikat pakai tali kolor celana,  Bayi itu terus dicek kesehatannya, divaksin, dan sebagainya. Bayi itu sehat, beratnya 2,9 kg. Saat ditemukan, bayi itu masih banyak lendir-lendir yang harus dibersihkan. Bayi dalam keadaan lemas, tidak bisa menangis, denyut nadinya pelan,” Jelas Sumardi.


Bayi tersebut kemudian mendapat perawatan dari Bidan Desa Karanglor dan Sumardi meminta agar Larno melaporkan kejadian ke kepolisian.


Sumardi juga menyampaikan ada rumor yang beredar di masyarakat bahwa sebelum kejadian, tampak orang tak dikenal bolak-balik di sekitar rumah Larno. Namun, warga tidak berpikir akan ada kejadian seperti itu, mengingat hari itu adalah hari pertama Lebaran, dan menjadi hal biasa banyak orang berlalu lalang.


“Mungkin orang tak dikenal itu cek lokasi. Dan mungkin juga si orang tua bayi itu memilih tempatnya Pak Larno agar bayi itu segera ditemukan oleh masyarakat. Ini kemungkinan loh, ya. Karena memang tempat itu biasanya ramai, namun kemarin kan libur jadi sepi di siang hari,” Pungkas Sumardi.


Sementara dari pihak kepolisian,baik Polisi Sektor (Polsek) Manyaran ,maupun Polisi Resor (Polres) Wonogiri, saat berita ini ditulis belum mengonfirmasi keberadaan sang bayi.



(Red/Giyarto)

Posting Komentar

0 Komentar