Sigap Tinjau Retakan Jalur Clongop, Bupati Endah Pastikan Keselamatan Warga Jadi Prioritas Utama

GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com – Gerak cepat dan respons tanggap kembali ditunjukkan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam menyikapi retakan tanah sepanjang 50 meter yang mengancam jalur provinsi Clongop, penghubung Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul dengan Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.


Didampingi jajaran terkait, Mbak Endah turun langsung ke lokasi di Dusun Plasan, 005/004, Desa Watugajah, Kecamatan Gedangsari, Rabu (4/3/2026), guna memastikan kondisi lapangan sekaligus meninjau langkah penanganan darurat.


Dalam keterangannya, Bupati menjelaskan bahwa berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan, kondisi retakan dinilai sangat berbahaya, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.


“Retakan tersebut terpantau telah mundur ke belakang sejauh 26 meter. Ini menandakan kondisi lahan masih sangat labil dan berpotensi memicu longsor susulan,” ujar Endah.


Titik longsor berada di tebing setinggi sekitar 15 meter dengan panjang kurang lebih 25 meter. Volume material longsor bahkan disebut lebih besar dibandingkan kejadian serupa menjelang Lebaran tahun lalu, meski berada di titik berbeda.


Menurut Mbak Endah, Jalur Clongop memiliki peran strategis dalam mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama Jalan Wonosari kawasan Patuk, terlebih menjelang arus mudik dan libur Lebaran. Dalam sepekan terakhir, tercatat dua kali kejadian longsor di kawasan sepanjang dua kilometer tersebut.


“Kami tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan masyarakat. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Karena itu, langkah cepat dan koordinasi lintas instansi terus kami lakukan,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Purwono, menyampaikan bahwa langkah darurat telah dilakukan, termasuk pengerahan alat berat dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) guna mempercepat evakuasi material longsoran, khususnya bebatuan besar.


“BPBD bersama relawan melakukan kerja bakti pembersihan material menggunakan jackhammer, serta asesmen dan kaji cepat di lapangan. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan, kapanewon, serta Dinas Pekerjaan Umum DIY untuk penanganan lanjutan,” jelas Purwono.


Saat ini, sistem buka-tutup akses jalur diberlakukan pada siang hari. Apabila hujan dengan intensitas tinggi turun, jalur akan ditutup total demi keamanan, dan kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif.


Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menghindari kawasan rawan seperti lereng bukit dan bantaran sungai, serta memantau informasi cuaca dari BMKG. Pengendara yang melintasi Jalur Clongop juga diminta mematuhi arahan petugas di lapangan.


Kehadiran langsung Bupati Endah di lokasi menjadi bukti komitmen kepemimpinan yang responsif dan berpihak pada keselamatan rakyat. Langkah sigap dan koordinatif ini diharapkan mampu meminimalkan risiko bencana sekaligus memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan.




(Red/pupung)