GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titik Soeharto) menyerahkan bantuan dua unit ambulans kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunungkidul dalam acara yang digelar di Kantor PMI Gunungkidul, Sabtu (9/5/2026) sore.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Ketua Komisi IV DPR RI dengan dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Pegadaian. Kehadiran dua armada baru ini diharapkan mampu memperkuat layanan kemanusiaan, khususnya penanganan kegawatdaruratan kesehatan bagi masyarakat Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, kendaraan operasional seperti ambulans menjadi kebutuhan penting dalam menunjang pelayanan kesehatan masyarakat, terutama untuk penanganan cepat bagi warga yang membutuhkan pertolongan pertama.
“PMI sebenarnya sudah mendapatkan dukungan kendaraan, sementara pemerintah daerah juga telah mengajukan bantuan untuk kebutuhan pemadam kebakaran beserta perlengkapannya. Kebetulan hari ini yang lebih dahulu terealisasi adalah bantuan ambulans,” ujar Endah.
Ia menegaskan, keberadaan ambulans sangat vital sebagai sarana transportasi kesehatan untuk mempercepat akses layanan medis masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan respons cepat.
“Ini merupakan alat transportasi yang sangat penting untuk membantu akses kesehatan masyarakat. Harapannya, dengan tambahan ambulans ini pelayanan kesehatan melalui Dinas Kesehatan, PMI, rumah sakit, hingga puskesmas dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.
Ketua PMI Kabupaten Gunungkidul, Sunyoto, mengatakan bantuan tersebut sangat berarti mengingat wilayah Gunungkidul memiliki cakupan geografis yang luas dengan karakter medan yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan, perbukitan hingga wilayah pesisir.
Menurutnya, selama ini PMI terus berupaya memberikan pelayanan maksimal melalui layanan ambulans, donor darah, pertolongan pertama, hingga penanganan kebencanaan. Namun keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi tantangan di lapangan.
“Luas wilayah Gunungkidul hampir mencapai separuh wilayah DIY dengan kondisi medan yang cukup menantang. Bantuan ini tentu sangat membantu kami dalam meningkatkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat,” kata Sunyoto.
Ia memastikan dua unit ambulans tersebut akan dikelola secara profesional agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan masyarakat yang membutuhkan layanan darurat.
Sementara itu, Titik Soeharto menegaskan bahwa ambulans bukan sekadar kendaraan operasional, melainkan simbol harapan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat.
“Ambulans bukan hanya kendaraan, tetapi bagian penting dalam upaya penyelamatan nyawa. Bantuan ini diharapkan mampu mempercepat layanan kesehatan darurat dan menjangkau masyarakat lebih luas, terutama di daerah yang aksesnya sulit,” ujar Titik.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, PMI, serta pihak swasta yang telah berkontribusi dalam program kemanusiaan tersebut.
Titik memberikan penghargaan kepada BRI dan Pegadaian yang telah menyalurkan bantuan melalui program CSR sebagai bentuk nyata kepedulian dunia usaha terhadap kebutuhan masyarakat.
“Keberhasilan bantuan ini bukan saat diserahkan secara simbolis, tetapi ketika benar-benar dimanfaatkan untuk membantu masyarakat. Ambulans harus selalu siap operasional dan dikelola dengan baik,” tegasnya.
Ia turut mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, hingga masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan pelayanan kemanusiaan di Gunungkidul.
Dengan tambahan dua armada ambulans tersebut, PMI Gunungkidul diharapkan semakin optimal dalam memberikan layanan kesehatan darurat, evakuasi pasien, hingga penanganan bantuan kemanusiaan di berbagai wilayah Kabupaten Gunungkidul.
(Red/pupung)

Social Plugin