Wabup Wonogiri Sidak Dapur MBG Jatiroto Usai Dugaan Keracunan Massal Siswa, Soroti Temuan Puntung Rokok di Makanan

WONOGIRI, JATENG || wartajawatengah.com — Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiroto 1, Jumat (8/5/2026), menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa SMKN 1 Jatiroto usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Sidak dilakukan bersama jajaran Forkopimcam sebagai respons cepat pemerintah daerah setelah muncul laporan siswa mengalami gejala keracunan, serta temuan mengejutkan berupa puntung rokok dalam makanan yang sempat memicu keresahan publik.


Dalam sidak tersebut, Imron meninjau langsung seluruh proses operasional dapur, mulai dari kebersihan area produksi, pengolahan bahan makanan, hingga proses pemorsian makanan sebelum didistribusikan kepada para pelajar.


Menurut Imron, langkah tersebut merupakan bentuk pengawasan langsung pemerintah agar kualitas makanan dalam program MBG tetap terjamin dan kejadian serupa tidak kembali terulang.


"Kami turun langsung setelah adanya laporan dugaan keracunan serta temuan puntung rokok pada makanan. Ini bentuk kontrol agar dapur benar-benar memberikan pelayanan terbaik," ujar Imron.


Pemkab Wonogiri juga bergerak cepat dengan mengirim sampel makanan ke laboratorium milik Dinas Kesehatan Wonogiri guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.


"Hasil laboratorium kemungkinan keluar malam ini. Nanti akan kami sampaikan kepada teman-teman media," katanya.


Dalam inspeksi tersebut, Wabup juga menemukan sejumlah persoalan teknis di dapur yang dinilai perlu segera dibenahi. Salah satu yang menjadi sorotan yakni belum tersedianya exhaust fan di area pemorsian makanan.


Menurutnya, fasilitas tersebut penting untuk mengurangi uap panas dari nasi yang baru keluar dari steamer agar tidak menimbulkan embun di dalam ompreng atau wadah makanan.


"Menurut saya itu perlu. Nasi masih panas, kalau di ruang AC pasti ada uapnya. Saya minta kepala dapur memasang exhaust agar saat pemorsian nasi sudah dalam kondisi dingin dan tidak menimbulkan embun di wadah makanan," tegasnya.


Selain persoalan teknis, Pemkab Wonogiri juga menyoroti lemahnya pengawasan internal di dapur setelah muncul temuan puntung rokok dalam makanan yang dibagikan kepada siswa beberapa hari lalu.


Pemerintah meminta pengelola dapur memperketat akses keluar masuk area produksi serta meningkatkan standar pengawasan guna memastikan keamanan pangan tetap terjaga.


Kasus ini menjadi perhatian serius karena program MBG merupakan program strategis yang menyasar pelajar. Pemkab Wonogiri menegaskan evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar distribusi makanan kepada siswa benar-benar aman, higienis, dan sesuai standar kesehatan.

 


(Red/Giyarto)