Bupati Gunungkidul Tak Gentar Nyinyiran, Fokus Majukan Daerah dan Transparan Soal Lonjakan Pendapatan Wisata

GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com — Di tengah cecaran kritik dari sejumlah oknum yang dinilai tidak bertanggung jawab, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memilih tetap tenang dan tidak terpancing polemik. Ia menegaskan komitmennya untuk terus fokus membangun dan memajukan Kabupaten Gunungkidul, khususnya melalui sektor pariwisata yang kini menunjukkan tren pertumbuhan signifikan.


Sikap tersebut ditunjukkan dengan langkah konkret berupa keterbukaan informasi kepada publik. Pada Jumat (27/3/2026), Bupati secara langsung meminta laporan kilas balik kinerja sektor pariwisata dari dinas terkait, khususnya membandingkan capaian libur Lebaran tahun 2025 dan 2026.


Berdasarkan data resmi, pada periode libur Lebaran 2025 yang berlangsung selama sepuluh hari, mulai 29 Maret hingga 7 April, jumlah wisatawan yang masuk ke berbagai destinasi di Gunungkidul tercatat sebanyak 163.591 orang. Dari jumlah tersebut, total pendapatan retribusi mencapai Rp 1,70 miliar.


Sementara itu, pada libur Lebaran 2026 yang berlangsung lebih singkat, yakni hanya enam hari sejak 19 Maret hingga 24 Maret, justru terjadi lonjakan signifikan. Jumlah kunjungan wisatawan mencapai 230.669 orang dengan total pendapatan retribusi sebesar Rp 2,85 miliar.


Peningkatan tersebut dinilai sangat signifikan, mengingat durasi libur yang lebih pendek namun mampu menghasilkan jumlah kunjungan dan pendapatan yang jauh lebih tinggi. Bahkan, puncak kunjungan terjadi pada 23 Maret 2026 dengan total 66.233 wisatawan dalam satu hari, menghasilkan pendapatan retribusi sebesar Rp 848.560.500.


Tidak hanya pada momentum Lebaran, tren positif juga terlihat dalam akumulasi pendapatan pariwisata tahunan. Pada periode Januari hingga April 2025, total pendapatan sektor pariwisata tercatat sebesar Rp 5,732 miliar. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2026, angka tersebut melonjak menjadi Rp 13,072 miliar.


Dengan demikian, terdapat selisih peningkatan pendapatan sebesar Rp 7,2339 miliar antara tahun 2025 dan 2026. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa sektor pariwisata Gunungkidul terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.


Bupati menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja keras bersama serta strategi pengelolaan wisata yang semakin baik. Ia juga menekankan pentingnya transparansi kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas publik.


“Pembangunan harus terukur dan terbuka. Data ini kami sampaikan apa adanya agar masyarakat tahu bahwa kerja nyata terus berjalan,” tegasnya.


Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul optimistis sektor pariwisata akan terus menjadi tulang punggung ekonomi daerah, sekaligus menjawab berbagai keraguan yang selama ini dilontarkan oleh pihak-pihak yang tidak memahami kerja pembangunan secara utuh.




(Red/Pupung)